Def Jam: Fight for NY – Brutal banget
Minggu kemarin beli game2 baru, salah satunya berjudul DefJam: Fight for NewYork.
First impression that I got: what a brutal game?! Kalo Grand Theft Auto: San Andreas dicekal karena banyak adegan kekerasan, drugs, guns and prostitudes.. itu sih masih belum apa2 dibandingkan dgn DefJam. Paling tidak adegan kekerasan terekspos dengan jelas sepanjang pertarungan.
Dari awal, game dibuka dengan trailer pertarungan antara 2 kubu, D-Mob dan Crow. Disambung dengan preview adegan pertarungan yang keras dan brutal, mulai dari bantingan ala WWF smackdown, benturan kepala dengan tembok atau pintu mobil, bahkan yang paling sadis ketika salah seorang petarung dibanting dan dilempar ke atas rel kereta yang sedang berlalu kencang (memang pada bagian ini sedikit disensor, but still I got the idea of what would happen to that guy).
Despite all the brutality, this game has some interesting features.
Saya sekarang bermain di Story Mode, dimana kita berperan sebagai seorang petarung dadakan yang baru bergabung ke kubu D-Mob. Dalam Story Mode, kita bisa membangun karakter seorang petarung sesuai dengan keinginan, dan ini ditentukan oleh status-nya, yaitu: upper strength, lower strength, speed, toughness dan health. Plus satu hidden-status, charisma, yang didapat dari penampilan si petarung tadi mulai dari baju, perhiasan, haircut & haircolor dan shaving. Selain status, kita juga bisa memilih aliran atau style bertarung yang cocok dengan gaya bermain kita. Style yang ada adalah streetfighting, kick-boxing, martial-art, wrestling dan submission.
Fitur lain yang menarik dari game ini adalah ditampilkannya artis2 rap and hip-hop amrik sebagai ‘playable-characters’. Gambar di bawah ini si Fat Joe (as Crack) ama Busta Rhymes (as Magic) lagi mejeng bareng.
So here is my currently-played fighter, Thery. He’s a martial artist and the stat is:
- Upper-strength: 82%
- Lower-strength: 60%
- Speed: 76%
- Toughness: 48%
- Health: 62%
- Progress: 56% of the game
So far, for me it’s still enjoyable to be played. Mungkin nanti, saya mau bikin karakter lainnya lagi.. kayaknya sih bikin yang tipe streetfighter ato kalo tidak yang bertipe kickboxer.
Shadow of Colossus – What a game?!

Wow, baru kali ini main game yg kek gini. Maklum, saya rada2 newbie soal game2 playstation. Pertama punya PS2 main game Devil May Cry 3: Dante’s Awakening.. saya uda tersepona (dan memang s/d skrg masih tetap my-fave). Tapi Shadow of Colossus (SOC) bener2 menawarkan suatu ‘aliran’ yg berbeda dari game2 yg pernah saya mainkan sebelumnya. Bagaimana tidak? Pertama kali main langsung ketemu monster guedheee banget. Saya pikir.. ini baru main kok langsung ketemu ‘bos’ nya duluan.. gimana nantinya apa ada yg lebih guedhee or lebih susah lagi? But, that’s the point. Yup, emang itu dia inti game SOC ini.. fight against gigantic monsters.
Well, I dont wanna give any review as you can find it in more-official site such as gamespot or gamefaqs. Instead, I wanna share my experience and impression of playing the game.
First, whoa.. what a nice graphics. Grafisnya keren.. ga terlalu detail or realistic, tapi tetap ‘mengena’. Mungkin karena expresi dari karakter2nya yg ‘hidup’. Start from Wanda ..our hero who try to save his love. Pertama main saya bingung bgt, jujur aja .. si wanda ini kesannya kok lembek, sering kali jatuh. Kayaknya kok ngga mungkin buat ngalahin para raksasa ‘colossus’. Tapi tiap kali nglihat si wanda jatuh bangun berusaha keras untuk mencari jalan, saya jadi terkagum2 sendiri. Seolah saya diingatkan ..kayak gini ini memang perjuangan seorang manusia musti jatuh bangun dulu sebelum sukses. Bahkan dengan segala keterbatasannya, kita musti tidak boleh menyerah, selalu ada jalan kalo kita mau berusaha.. cieeee
Kedua.. kontrol joystick. Agak susah untuk mengontrol gerakan Wanda saat mengendarai kudanya, belom lagi kalo disuruh bergelayutan di tubuh colossus. Sering pas kita mo ke kiri ternyata larinya ke kanan, dan sebaliknya. But, as soon as you get a hang of it, things getting a bit easier.
Ketiga, storyline. Bah.. game ini kok ngga jelas ceritanya sih. Eits, tunggu dulu.. saya emang baru mengalahkan 5 dari 16 colossus (katanya sih di akhir game bakal ada ceritanya). Tapi paling ngga di tengah2 dikasih penggalan cerita dikit2 kek. Saya jadi penasaran: siapa sebenarnya si wanda? dan cewe yg mo diselamatkan itu apanya dia, istri, pacar, ato sodara? trus apa si cewe itu pingsan ato uda mati (soalnya dibilang “reclaime a lost soul”)? dan masi banyak pertanyaan lain yg bikin penasaran.

Keempat, kita musti kreatif, ngga bisa asal pukul aja. Kadang musti sembunyi dulu, musti mancing perhatian pake panah, musti cari titik lemah si colossus, cari tempat buat gelayutan, dll. Pokoknya waktu main musti lari2 dulu deh, sambil mikirin gimana caranya ngalahin monster.. buzeetttt.

