Ijazah Palsu — jalan pintas kekuasaan
Saat ini marak sekali berita di berbagai media, tentang beredarnya ijazah (pendidikan) yang dipalsu. Beberapa pejabat di tengarai memperoleh ijazah palsu, sebagai upaya untuk pemenuhan syarat pendidikan. Saya sendiri belum tahu persis, berapa level minimal pendidikan buat seseorang yang akan menjadi pejabat; entah itu bupati, gubernur, walikota, bahkan sampai anggota DPR / MPR.
Pertanyaan2 yang kontradiktif adalah: perlu atau tidak, pejabat negara kita memperoleh gelar pendidikan tertentu (misal: D3, S1 atau S2)? Apakah ada korelasi antara gelar pendidikan yang diperolehnya dengan tugas yang dijalankannya? Apakah kualitas2 pribadi seperti leadership, integritas, kejujuran, nasionalisme, amanat, dan lain sebagainya.. masih belum cukup sebagai syarat seorang pemimpin?
Sebenarnya masalah gelar pendidikan ini tidak hanya di pemerintahan saja. Di level perusahaan pun, diberlakukan aturan bahwa posisi managemen hanya bisa diduduki oleh mereka yg mengantongi ijazah minimal S1. Atau kalaupun ada, mereka yg tidak ber-S1 musti melewati masa kerja yg cukup lama. Akibatnya muncul kesenjangan antara karyawan senior, yg sudah kenyang dengan pengalaman kerja, tapi terhambat karirnya karena dia bukan sarjana; dengan orang2 muda yg kenyang makan gelar (sampai S2 mungkin) tapi begitu masuk perusahaan: 1-2 thn kemudian sudah menjadi manager.
Bahkan, dalam konteks lain.. pinangan seorang calon menantu, kadang kadar suksesnya bisa ditentukan oleh level pendidikannya (dan juga pekerjaan tentunya). Hayoo, coba tanya sama mertua kita, bangga/senang ngga punya menantu sarjana? Apalagi kalo berasal dari perguruan tinggi terkenal
Wah, ini tulisannya jadi ngelantur kemana2 nih. Intinya, saya cuman ingin mengatakan bahwa untuk masyarakat kita .. yang namanya gelar, entah itu pendidikan, jabatan kerja atau gelar kebangsawanan; masih lebih diperhatikan ketimbang faktor kualitas pribadi seperti yang saya sebut di atas.
Kembali ke konteks, pejabat negara — menurut saya: gelar sarjana merupakan salah satu dari sekian banyak parameter, yang bisa menunjukkan sejauh mana daya pikir si calon pemimpin tersebut berkembang. Karena, seperti yang saya rasakan waktu dulu kuliah, namanya mahasiswa selalu dituntut untuk berpikir dan bersikap kritis, mandiri dan mampu mengembangkan apa yg didapat dari kuliahnya. Jadi, sebenernya ya itu dia yg diharapkan dari seorang pejabat dengan gelar sarjananya.
Tapi, apakah sifat dan sikap mahasiswa, hanya bisa didapatkan melalui masa2 perkuliahan saja? Jawabannya tidak!!! Ingat, sifat & sikap di atas, bukan hal yg diajarkan dosen, bukan termasuk salah satu mata perkuliahan tersendiri. Tidak!
Sifat dan sikap kritis, mandiri dan kemauan untuk berinovasi adalah sesuatu yang dikondisikan. Artinya pada suatu lingkungan lain pun, bisa jadi seseorang akan menjumpai kondisi yang sama. Sehingga karakter dan pemikirannya juga akan terbentuk ke arah sana.
Jadi, sebenarnya tidak ada yang namanya proses yang instan. Para mahasiswa saja, untuk bisa lulus harus melalui ujian yang berderet, dari mulai dia masuk sampai dengan ujian skripsi. Ibarat mendaki gunung, perjalanan pendakian semakin lama malah semakin berat. Harapannya, mahasiswa yang lulus adalah mahasiswa yang berkualitas: baik mental maupun ilmu-pengetahuannya.
Nah, kalo ada pejabat yang main ‘tembak2an’ ijazah palsu, kira2 sah atau tidak sih? Yah, secara legalitas, apapun yang namanya palsu tentu tidak pernah diperbolehkan. Tapi kalo secara pribadi dia berkualitas: punya integritas dan kepedulian pada bangsa.. apakah gelar sarjana bisa menjadi batu sandungan untuk karir politik-nya?
Weleh2, ruwet2! Kalo saya sih, kok malah berpikir sebaliknya yah.. jabatan itu justru sebuah amanat. Tanggung-jawabnya berat: kepada rakyat, bangsa/negara terutama kepada Tuhan. Jadi kalo kriteria-nya tidak terpenuhi, yo ngga usah mekso! Lha, fenomenanya kan tidak seperti itu di bumi Indonesia tercinta ini, dimana jabatan adalah sebuah kesempatan — kesempatan untuk berkuasa, kesempatan untuk memperoleh keuntungan bagi pribadi maupun golongan tertentu. Dan gelar sarjana, bisa ditembak dengan ijazah palsu: sebuah jalan pintas menuju kekuasaan.
Monggo, dicermati lebih lanjut! Berikut sumber inspirasi tulisan ini dari OkeZone.com:
1. Bupati Sragen Dituding Menggunakan Ipal
2. Digugat Borobudur, Marissa Haque Mangkir Sidang
3. Modal Rp3,5 Juta Ijazah SD dan SMP Ditangan


Pertanyaan2 yang kontradiktif adalah: perlu atau tidak, pejabat negara kita memperoleh gelar pendidikan tertentu (misal: D3, S1 atau S2)? Apakah ada korelasi antara gelar pendidikan yang diperolehnya dengan tugas yang dijalankannya? Apakah kualitas2 pribadi seperti leadership, integritas, kejujuran, nasionalisme, amanat, dan lain sebagainya.. masih belum cukup sebagai syarat seorang pemimpin?
Perlulah bro tingkat pendidikan itu, karena pendidikan itu ada korelasinya dengan kualitas seseorang seperti cara berpikir,cara pandang dalam menghadapi sesuatu, dan masih banyak lagi hal positif lainnya. contoh sederhana saja kita itu kuliah kan membentuk pola pikir mahasiswa menjadi lebih kreatif, inovasi, kritis,dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai masalah. Singkatnya, pendidikan membuat kita menjadi lebih smart dan bijaksana
Jadi, sebenarnya tidak ada yang namanya proses yang instan.
ini gw setuju banget. Semua itu butuh yang namanya PROSES.
kadang kala, banyak orang tidak terlalu mementingkan hasil akhir,yang penting adalah gimana proses itu berjalan.
Bahkan, dalam konteks lain.. pinangan seorang calon menantu, kadang kadar suksesnya bisa ditentukan oleh level pendidikannya (dan juga pekerjaan tentunya). Hayoo, coba tanya sama mertua kita, bangga/senang ngga punya menantu sarjana? Apalagi kalo berasal dari perguruan tinggi terkenal
Klo ini gw tidak terlalu tahu bro, gw harus konsultasi secara mendalam tentang ini pada dirimu
Emang benar kagak sih??Jadi pingin =))
Tapi kalo secara pribadi dia berkualitas: punya integritas dan kepedulian pada bangsa.. apakah gelar sarjana bisa menjadi batu sandungan untuk karir politik-nya?
Nah, ini seharusnya tidak maslah bagi dia coi. Masa orang yg punya integritas dan kepedulian pada bangsa kagak bisa menyelesaikan gelar sarjana(S1)? Lagian, opini gw bahwa perkuliahan itu (min S1) membentuk seseorang menjadi lebih, seperti yg saya bahas diatas. Memang sih, pendidikan itu tidak hanya dari formal saja, tapi yang informal juga. Alangkah lebih baik jika kedua2nya bisa digabungkan. Toch, seseorang yg mau jadi pimpinan atau pejabat itu kan emang harus orang2 “The best”. Jangan yang nanggung2lah. Hehehehehheehe
Lha, fenomenanya kan tidak seperti itu di bumi Indonesia tercinta ini, dimana jabatan adalah sebuah kesempatan — kesempatan untuk berkuasa, kesempatan untuk memperoleh keuntungan bagi pribadi maupun golongan tertentu. Dan gelar sarjana, bisa ditembak dengan ijazah palsu: sebuah jalan pintas menuju kekuasaan.
Ini yg gw bingung. Jadi penguasa kok cita2 nya mau jadi kaya raya. Apalagi saat ini, sudah banyak pejabat yg sebelum jadi pejabat mereka emang udah kaya, tapi tetap aja pingin mengeruk kekayaan yang lebih…lebih lagi..mau dibawa kemana kekayaan itu nantinya. Sangat beda dgn luar negeri. Contoh aja mantan presiden USA, Bill Clinton, dasarnya dia sudah kaya. yang dia inginkan hanya popularitas dan juga kemajuan rakyatnya, bukan untuk menambah kekayaannya.
Tetap, selalu optimis Indonesia suatu saat bisa berubah dan maju.
I love Indonesia so much, yesterday, now, and forever
Cheers,
@Daniel:
Wuih, mbaca comment-nya bro Daniel, jadi geleng2 kepala .. *ajeb-ajeb-jeb
Tengkyu, udah mau sharing pendapat di tulisan ini. Mantap, bro!
gw aja pake ijazah palsu tapi aman2 aja kok…..
IJAZAH PALSU
Beberapa Pejabat Negara Terlibat
Zainuddin MZ (kiri) dan Hamzah Haz (kanan)
Jumat, 19 Agustus 2005
JAKARTA (Suara Karya): Beberapa pejabat negara, anggota TNI, artis dan kiai, serta 16 anggota Polri aktif dan nonaktif diduga menggunakan gelar dan ijazah palsu yang dikeluarkan universitas ilegal, Institut Manajemen Global Indonesia (IMGI) dan sejenisnya.
Seorang sumber Suara Karya di Mabes Polri menyatakan, di antara pejabat dan mantan pejabat tinggi tersebut terdapat nama-nama, antara lain, Dr Hamzah Haz, Mien Sugandhi, dan Dr Zainuddin MZ. Di kalangan artis muncul nama Dr Anwar Fuadi dan Kiai Gatot Brajamurti.
Untuk pejabat Polri, terdapat nama mantan Kapolri Roesmanhadi, Togar M Sianipar, Sadar Sebayang, Anak Agung Anom Putra, Binarto, Soekamto, Suparto, Pieter M. Hutagalung, Nurdin Umar, Tombang Sibarani, Leonard P Siagian, Elfrizo Torangi Lumban Tobing, Mustafa Hadikuncoro, I Gede Putu Brata, dan Sugiri. Dari Mabes TNI muncul nama-nama Phanny Tandy Kakauhe.
Tentang nama-nama pejabat Polri tersebut, saat dikonfirmasi, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Makbul Padmanagara menyatakan, pihaknya akan melihat dan mempelajari terlebih dulu. Namun ia menjanjikan untuk menindak siapa pun yang terlibat. “Siapa pun itu, jika terbukti melanggar hukum, akan kita tindak,” kata Makbul. Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Aryanto Boedihardjo menyatakan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui data tersebut. Ia mengatakan Polri akan segera melakukan pemeriksaan dan konfirmasi kepada orang-orang yang diduga menggunakan ijazah palsu tersebut. “Jika hasil pemeriksaan itu terbukti, tentunya Kapolri akan mengambil tindakan,” kata Aryanto Boedihardjo.
Di tempat terpisah, Solikin, kuasa hukum para lulusan IMGI, mengatakan Bareskrim Polri seharusnya berani melakukan pemeriksaan terhadap siapa pun yang telah menggunakan ijazah dan gelar palsu. “Jangan hanya klien saya saja,” kata Solikin. (Joko Sriyono)
makanya kl jadi org jahat ya jahat banget sekalian jangan tanggung-tanggung maka loe aman deh…krn kerajaan setan akan melindungi elo tuh
ANDA BUTUH IJAZAH UNTUK MELAMAR KERJA/MELANJUTKAN KULIAH/KENAIKAN JABATAN?!?!
-SMU:600.000
-D3:1.500.000
-S1:4.000.000
* AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DIKOPERTIS, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI).
JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL.
SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.KIRIM KE:arief_gagah@yahoo.com
BERMINAT?
HUB:08887054873/TIDAK MENERIMA SMS(SETIAWAN)
(HANYA UNTUK YANG SERIUS)
ANDA BUTUH IJAZAH UNTUK MELAMAR KERJA/MELANJUTKAN KULIAH/KENAIKAN JABATAN?!?!
-SMU:600.000
-D3:1.500.000
-S1:4.000.000
* AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DIKOPERTIS, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI).
JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL.
SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.KIRIM KE:arief_gagah@yahoo.com
BERMINAT?
HUB:08887054873/TIDAK MENERIMA SMS(SETIAWAN)
(HANYA UNTUK YANG SERIUS saja)
Saya pernah berurusan dengan Setiawan dengan nomor hp 08887054873 yang punya email : arief_gagah@yahoo.com mengenai pemesanan ijazah S1. Saya di suruh transfer ke rekeningnya DP. Saya transfer. Dia berjanji 12 hari prosesnya. Tiba hari H nya, pertemuan untuk melakukan transaksi akhir di rencanakan. Tapi apa yang terjadi, Setiawan yang juga ternyata Soewadjie hany oknum penipu. Anda JANGAN SEKALI – KALI TERTIPU SEPERTI SAYA. saya sudah tertipu tiga juta limaratus karena ulahnya !!!! saya bersumpah seluruh keluarga dari oknum tersebut akan mendapat ganjarannya dari Allah.
jika ingin menanyakan lebih lanjut tentang penipuan setiawan hubungi no hp saya : 081513691359
ngapain sih pake ijasah palsu, mending kuliah aja,
malu2 in, gelar sampe DR..MSC,MBA,blablabla… kalu otak nya ga ada sama aja boong…, (namanya menipu diri sendiri)
sama aja seperti loe pake emas sepuhannn abang2…(bwt gatel kulit)cuma bwt nampang n gaya doang…
kalu S1, ada koq yg cuma 3.5 taon, seperti BINUS, emang sih agak mahal dan butuh waktu, tapi percaya deh hasil yg anda dpatkan lebih terasa…lebih manis…
No gain without pain rite…
so pikir2 dulu deh kalu mo beli ijasah
IJAZAH PALSU
Beberapa Pejabat Negara Terlibat
Zainuddin MZ (kiri) dan Hamzah Haz (kanan)
Jumat, 19 Agustus 2005
JAKARTA (Suara Karya): Beberapa pejabat negara, anggota TNI, artis dan kiai, serta 16 anggota Polri aktif dan nonaktif diduga menggunakan gelar dan ijazah palsu yang dikeluarkan universitas ilegal, Institut Manajemen Global Indonesia (IMGI) dan sejenisnya.
Seorang sumber Suara Karya di Mabes Polri menyatakan, di antara pejabat dan mantan pejabat tinggi tersebut terdapat nama-nama, antara lain, Dr Hamzah Haz, Mien Sugandhi, dan Dr Zainuddin MZ. Di kalangan artis muncul nama Dr Anwar Fuadi dan Kiai Gatot Brajamurti.
Untuk pejabat Polri, terdapat nama mantan Kapolri Roesmanhadi, Togar M Sianipar, Sadar Sebayang, Anak Agung Anom Putra, Binarto, Soekamto, Suparto, Pieter M. Hutagalung, Nurdin Umar, Tombang Sibarani, Leonard P Siagian, Elfrizo Torangi Lumban Tobing, Mustafa Hadikuncoro, I Gede Putu Brata, dan Sugiri. Dari Mabes TNI muncul nama-nama Phanny Tandy Kakauhe.
Tentang nama-nama pejabat Polri tersebut, saat dikonfirmasi, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Makbul Padmanagara menyatakan, pihaknya akan melihat dan mempelajari terlebih dulu. Namun ia menjanjikan untuk menindak siapa pun yang terlibat. “Siapa pun itu, jika terbukti melanggar hukum, akan kita tindak,” kata Makbul. Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Aryanto Boedihardjo menyatakan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui data tersebut. Ia mengatakan Polri akan segera melakukan pemeriksaan dan konfirmasi kepada orang-orang yang diduga menggunakan ijazah palsu tersebut. “Jika hasil pemeriksaan itu terbukti, tentunya Kapolri akan mengambil tindakan,” kata Aryanto Boedihardjo.
Di tempat terpisah, Solikin, kuasa hukum para lulusan IMGI, mengatakan Bareskrim Polri seharusnya berani melakukan pemeriksaan terhadap siapa pun yang telah menggunakan ijazah dan gelar palsu. “Jangan hanya klien saya saja,” kata Solikin. (Joko Sriyono)